Warga mengeluh !! Perbaikan Jembatan Di Jalur Nasional Wisata Pantai Anyer - Cinangka  Terkesan Asal Jadi

Warga mengeluh !! Perbaikan Jembatan Di Jalur Nasional Wisata Pantai Anyer - Cinangka  Terkesan Asal Jadi

SERANG,  infoanyer.com - Perbaikan jembatan jalur wisata pantai Anyer Dan Cinangka jalan Nasional tepatnya di kampung Cibeureum RT 06, RW 01, Desa Kamasan Kecamatan Cinangka Dikeluhkan warga. dari pengerjaan diawal yang tidak terpampangnya Papan Informasi Proyek (PIP) dan ketidak jelasan anggaran dalam perbaikan jembatan tersebut menjadi pertanyaan dan kecurigaan dan melanggar undang - undang keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Pekerjaan yang Dimulai awal September itu juga dikeluhkan warga," Damong salah satu warga yang mengurus rumah disamping jembatan tersebut menuturkan," sebelum jembatan itu dibangun jembatan penghubung depan rumah yang dijaga nya tidak ambruk, setelah penggunaan alat berat Breker untuk mengeruk dan membongkar jembatan lama menjadi ambruk dan otomatis menghambat jalur saluran pembuangan air dari belakang yang notabene sawah dan tempat tinggal warga, kami berharap pihak pelaksana proyek bertanggung jawab atas kerusakan tersebut, agar supaya jika dimusim hujan nanti jalur air akan lancar dan tidak membuat banjir," tuturnya.

"Sebelum ada perbaikan jembatan ini jembatan penghubung yang bawahnya aliran sungai tidak ambrol seperti ini tapi setelah digunakan nya alat berat Breker pada ambruk karena getaran dari alat berat tersebut seperti gempa dan sangat terasa,"ungkapnya.

Lanjutnya ," ini akan menghambat aliran air yang melewati gorong - gorong ini menjadi tertutup bahkan bisa menyebabkan banjir nantinya, karena dimusim hujan air dari belakang sangat deras disebabkan masih banyak sawah warga, seringnya warga dibelakang selalu kebanjiran bila musim penghujan tiba ".


Saat di konfirmasi lewat telepon pelaksana proyek tersebut Udin seprtinya selalu menghindar untuk diajak bermusyawarah untuk keluhan yang dialami warga sekitar untuk seperti apa follow up nya masalah tersebut


Sementara itu Kepala Desa Kamasan Roihan Najat menegaskan," Apapun masalah yang ada efek dari pekerjaan itu pihak proyek harus bertanggung jawab apalagi sampai menghambat aliran kali yang mana dibelakang banyak warga yang terdampak banjir jika musim penghujan tiba, saat awal pengerjaan administrasi pemberitahuan ke instansi terkait tidak dipenuhi dan tidak ada. sama juga pemberitahuan kepada publik, amdalalin juga tidak ada, saya kira itu dalam perencanaan tau nya langsung eksekusi, Amdal nya pun kami tidak mengetahui, perusahaan nya pun tidak tahu." Ucapnya.

Terpantau awak media banyak pekerjaan yang belum diselesaikan disekitar jembatan tersebut seperti ada papan himbauan dari BPBD Kabupaten Serang yang tadinya terpasang dengan baik roboh begitu saja dengan tidak dipasang lagi, tidak adanya besi pengaman pengendara di sisi jalan yang disitu adalah tikungan, tidak ada akses jalan didepan pembangunan mesjid terapung Banten yang tadinya mobil motor bisa lewat sekarang tidak bisa dikarenakan tidak ada jalan atau jembatan penghubung, ada tiang milik telekom yang tadinya ada dua sekarang tinggal satu,

Sejauh mana Quality Control pihak BPJN 2 wilayah Banten bertanggung jawab dalam memonitor pekerjaan proyek jembatan tersebut, dan keluhkan warga yang terdampak dari proyek jembatan tersebut.