Festival Literasi SDN Kamasan 1: Menguatkan Literasi, Menanamkan Budaya, dan Membentuk Karakter Anak Bangsa
Serang, infoanyer.com – SD Negeri Kamasan 1 Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang sukses menggelar Festival Literasi yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif bagi siswa, guru, orang tua, serta masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memperluas wawasan melalui berbagai bidang literasi.
Pengawas SD Kecamatan Cinangka, Pupun Kurniasih, M.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala SDN Kamasan 1 beserta jajaran guru dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Festival Literasi ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Tidak hanya anak-anak yang terlibat, tetapi guru, orang tua, dan masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui berbagai kegiatan seperti edukasi mitigasi bencana, parenting tentang literasi, hingga edukasi perlindungan perempuan dan anak,” ujar Pupun.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan dirasakan manfaatnya oleh sekolah-sekolah lain di Kecamatan Cinangka maupun Kabupaten Serang. Menurutnya, festival literasi harus menjadi program berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun karakter peserta didik.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi ada tindak lanjut yang berkesinambungan sehingga menjadi edukasi penting bagi anak-anak kita di SDN Kamasan 1 maupun sekolah lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN Kamasan 1, Iis Aisah, M.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Literasi yang berjalan lancar dan penuh semangat.
“Alhamdulillah kegiatan Festival Literasi yang kita laksanakan berjalan dengan lancar. Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia, bapak ibu guru, paguyuban, serta antusias anak-anak dalam mengikuti berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Iis berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal untuk menjadikan literasi sebagai budaya sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Mari kita jadikan literasi sebagai budaya harian di sekolah kita. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Festival Literasi SDN Kamasan 1 juga melibatkan berbagai komunitas, lembaga, dan organisasi yang memberikan materi edukasi kepada para siswa. Susilawati, S.Pd., M.M dari Banten Ceria menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan pendidikan yang lebih luas.
“Kegiatan literasi ini berjalan sukses dengan melibatkan Ikatan Guru Indonesia Banten, ICN, Info Anyer, PBI Banten, BSMI Banten, dan BNN. Terima kasih atas kebaikan dan dukungan semua pihak. Semoga kita terus berjumpa dalam kegiatan yang sama dan terus menebar kebaikan,” ujarnya.
Dari BNN Provinsi Banten, Siti Nurhalimah, S.Sos, memberikan materi mengenai ketahanan keluarga sekaligus menyisipkan edukasi tentang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).
Menurutnya, literasi memiliki makna yang luas, tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami kehidupan dan membangun ketahanan keluarga.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, BNN berupaya menyisipkan nilai-nilai P4GN melalui kegiatan literasi. Harapannya SDN Kamasan 1 dapat terus berkembang dan menjadi sekolah yang bersih dari narkoba,” jelasnya.
Selain kegiatan edukasi, festival juga menghadirkan bazar makanan hasil karya paguyuban wali murid. Nurul dari SPPG Serang Cinangka dan Erlin Oktapriatna dari Puskesmas Cinangka yang bertugas sebagai dewan juri memberikan apresiasi terhadap kreativitas para orang tua.
Menurut mereka, bazar tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai makanan homemade yang bergizi dan menjadi contoh edukasi bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama sebagai percontohan bagi sekolah lain dan masyarakat agar terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan orang tua dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Pada bidang literasi digital, Dede Nurul Furqon, S.Kom dari ICN Banten (Influencer dan Content Creator Network Banten) memberikan pembelajaran mengenai dunia konten kreator kepada siswa kelas 6.
Ia menilai antusiasme siswa sangat tinggi dan kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Literasi digital seperti ini sangat membantu anak-anak untuk belajar lebih baik dan mengenal teknologi secara positif,” katanya.
Sementara itu, Tubagus Saiful Bahri dari Ikatan Guru Indonesia Provinsi Banten memberikan materi tentang metode berhitung cepat Gasing (Gampang, Asyik, dan Akurat). Ia berharap Festival Literasi dapat menjadi agenda rutin setiap tahun untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
“Kegiatan seperti ini sangat baik dan diharapkan terus dilaksanakan agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas,” ujarnya.
Tidak hanya literasi akademik, Festival Literasi SDN Kamasan 1 juga menghadirkan edukasi kebencanaan dari Forum Potensi SAR Banten. Koordinator Forum Potensi SAR Banten, Taufik Hidayat, memberikan pemahaman mengenai mitigasi bencana kepada siswa sejak dini.
“Kami ingin anak-anak, terutama yang berada di wilayah pesisir dan daerah rawan bencana, memiliki pengetahuan tentang kesiapsiagaan. Kegiatan ini luar biasa dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain,” jelasnya.
Selain itu, nilai budaya turut menjadi bagian dari Festival Literasi melalui edukasi etika berkebaya yang disampaikan oleh Ratu Ina Nurul dari Perempuan Berkebaya Indonesia Banten bersama Husnawati, S.Kom., M.M selaku Kabid PAUD.
Materi tersebut mengenalkan kepada siswa tentang busana tradisional Indonesia, khususnya kebaya, mulai dari jenis kebaya, cara menggunakan kain, hingga etika bersikap saat mengenakan pakaian tradisional.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat agar anak-anak mengenal budaya mereka sejak dini. Kami sangat mengapresiasi acara ini dan berharap banyak sekolah dapat mereplikasi kegiatan serupa,” ujar Ratu Ina.
Husnawati menambahkan bahwa kegiatan seperti Festival Literasi bukan hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga membangun kebiasaan baik bagi generasi muda.
“Ini bukan hanya bermanfaat untuk anak-anak, tetapi juga menjadi kebiasaan baik dan syiar positif yang dapat dikembangkan di sekolah-sekolah lainnya,” tuturnya.
Melalui Festival Literasi ini, SDN Kamasan 1 menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun budaya literasi yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.



DNF