Gubernur Banten Tetapkan PJJ Tiga Hari Imbas Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gubernur Banten Tetapkan PJJ Tiga Hari Imbas Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Serang, infoanyer.com - Gubernur Banten meninjau langsung Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau dan menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari ke depan bagi seluruh satuan pendidikan di Provinsi Banten.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat, khususnya para peserta didik, dari risiko paparan abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Gubernur meminta seluruh Bupati dan Wali Kota di Banten segera menyampaikan kebijakan tersebut kepada seluruh sekolah di wilayah masing-masing. Menurutnya, setiap langkah yang diambil pemerintah mengacu pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebagai lembaga yang berwenang melakukan pemantauan aktivitas gunung api.

“Kita tidak bisa memperkirakan sendiri kondisi alam. Seluruh keputusan harus berdasarkan data, kajian, dan rekomendasi dari pihak yang memiliki kewenangan,” ujar Gubernur.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau dinyatakan negatif. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh ukuran tubuh gunung yang masih relatif kecil sehingga belum menunjukkan adanya potensi tsunami.

Meski demikian, aktivitas erupsi yang berlangsung sekitar 25 jam menyebabkan abu vulkanik menyebar mengikuti arah angin yang bergerak ke barat. Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas penyeberangan, untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, sejumlah instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memperkuat langkah mitigasi, memastikan kesiapan jalur evakuasi, serta menyiapkan tempat penampungan apabila terjadi kondisi darurat.

Gubernur menegaskan bahwa pengalaman erupsi Gunung Anak Krakatau pada 2018 menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga setiap informasi terkait perkembangan aktivitas gunung api harus segera disampaikan dan ditindaklanjuti.

Berdasarkan laporan terakhir, aktivitas erupsi tercatat terjadi pada pukul 04.00 dan 07.00 pagi. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, kepala desa, dan pihak kecamatan.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan sebagai upaya perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Pemerintah Provinsi Banten berharap kondisi segera kembali stabil dan seluruh masyarakat tetap diberikan keselamatan dalam menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau.